Menanggapi buku Convergence Culture: Where Old and New Media Collide
“When Creativity Meets the Media Industry”
INTRODUCTION
Perkembangan teknologi komunikasi telah menyebabkan orang-orang jauh lebih maju dalam hal kreatifitas. Pada response paper ini saya mencoba memaparkan tentang berbagai konvergensi media serta bagaimana tumbuhnya kreatifitas orang-orang. Dalam dunia teknologi, kita tidak pernah mengenal dengan adanya suatu kemunduran. Karena setiap detik teknologi selalu saja terus berkembang, dalam setiap aspeknya.
Teknologi pasti sangat berkaitan erat dengan kreatifitas manusia, entah karena teknologi kreatifitas manusia bisa berkembang atau karena kreatifitas manusia teknologi bisa berkembang. Hal ini sangat berhubungan erat karena kedua duanya saling berhubungan dan mendukung satu sama lain. Oleh karena itu, manusia harus menggunakan kreatifitasnya untuk halyang positif agar perkembangan teknologi dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak.
BODY
Perkembangan teknologi tidak bisa membatasi kreatifitas manusia, karena semakin berkembnag suatu teknologi semakin banyak pula ide ide yang ada dalam otak manusia. Dalam buku Henry Jenkins, Convergence Culture : Where Old Media and New Media Collide, New York University Press. Pada chapter 4 berisikan tentang Quentin Tarantino’s Star Wars ? Grassroots Creativity Meets the Media Industry. Mengatakan bahwa kekreatifan akan seperti rumput liar yang berkembang dengan sendirinya bila digabungkan atau dipertemukan dengan industry media.

Cerita tentang Star Wars ini lokasinya berada di luar angkasa dan menggunakan motif-motif cerita arketip yang biasa dijumpai baik dalam cerita fiksi ilmiah (science fiction) maupun mitologi klasik. Star Wars adalah sebuah contoh bagus “opera antariksa” dan merupakan sebuah sub-genre fiksi ilmiah. Sebelumnya sudah dijelaskan film Star Wars menjadi fenomena budaya yang kemudian menghasilkan banyak produksi film lainnya dan film Star Wars sendirimenjadi film yang paling sukses dalam sejarah. Film Star Wars dapat berkembang karena adanya konvergensi antara kebudayaan, teknologi, dan kreatifitas manusia. efek yang di pakai pada saat itu dinilai sebagai salah satu pondasi untuk dunia pefilman sekarang ini, efek efek yang kita lihat pada film sekarang (transformer 1,2, ext) merupakan adopsi dari efek yang kita lihat pada jaman star wars sendiri

Film star wars bisa membuat para movie mania untuk bangkit di era globalisasi ini, pada era globalisasi semua kemudahan sudah dapat kita tempuh sekarang, teknologi sudah tidak sulit lagi untuk dijangkau, kreativitas film harusnya berkembang di Indonesia ini. Film yang bergenre action drama dan tergolong fiksi ini mampu memikat para penontonnya untuk ikut menikmati dan mencintai berbagai fitur yang disediakan, sehingga secara tidak langsung penontonnya menjadikan film tersebut sebagai salah satu kebudayaan mereka. Berbagai macam produk-produk yang berhubungan dengan Star Wars ini, mulai banyak ditampilkan oleh toko-toko. Mulai dari DVD-nya, stiker-stiker, poster, model replica karakter, mainan pedang laser, dan berbagai macam lagi jenis lainnya. Hal-hal yang telah disebutkan sebelumya itulah yang memungkinkan terjadinya konvergensi media. Dengan adanya konvergensi media ini, terjadi penggabungan antara berbagai macam media terkait yang secara otomatis melahirkan konvergensi budaya/convergence culture dikarenakan begitu banyaknya nilai-nilai yang berbeda dapat disampaikan lewat media. Berbeda dengan folk culture yang merupakan proses pewarisan budaya dari generasi yang satu kepada generasi selanjutnya, konvergensi budaya menggabungkan beberapa macam budaya yang berlaku dalam masyarakat menjadi satu budaya dominan yang ada di dalam masyarakat. Selain itu masih ada budaya massa, yaitu budaya yang berlaku dan dimiliki dalam lingkungan media. Jadi budaya massa berkaitan dengan budaya populer yang menanggapi budaya massa, ada juga yang membuat cerita-cerita yang menghadirkan beberapa fitur dan tokoh serupa seperti yang ada pada film Star Wars. Terkadang, satu dari sekian banyak karya orang-orang yang mencoba untuk membuat cerita-cerita tersebut dapat menarik perhatian kritikus maupun produser film terkenal. Dari situlah karir mereka baru dapat benar-benar dimulai. Entah ada pihak-pihak yang mau membiayai projek yang mereka lakukan, atau ada pihak yang mau menyewa jasanya untuk membuat cerita-cerita dalam film yang mereka miliki.
BRIEF CONCLUSION
Konvergensi yang terjadi antara perkembnagn teknologi komunikasi dan ide kreatif manusia yang kemudian dapat menghasilkan suatu kebudayaan dikarenakan karena adanya digitalisasi yang mengarahkan manusia untuk mneciptakan teknologi yang semakin sempurna. Dalam konteks penciptaan regulasi ini, peran para penggiat televisi komunitas dan asosiasi menjadi mutlak diperlukan. Sembari mengembangkan kualitas televisi yang sudah esksi selama ini, mereka dituntut bergerak bersama menyambut konvergensi. Cepat atau lambat, knvergensi akan melanda penyiaran komunitas. Oleh sebab itu kembali ke fungsi media, dengan fungsinya yang mampu mensosialisasikan berbagai macam nilai yang mereka maksud, media mampu membentuk kebudayaan yang berlaku juga pada masyarakat. Sehingga di dalam masyarakat berlaku kebudayaan-kebudayaan tertentu sesuai dengan yang disampaikan oleh media.
REFERENCES
http://id.wikipedia.org/wiki/Star_Wars
http://id.shvoong.com/entertainment/movies/1968086-kisah-proses-terciptanya-film-star/#ixzz1M3UxP5sN
Konvergensi Media, Televisi Digital dan Masa Depan Televisi Komunitas*
http://cinema.usc.edu/archivedassets/096/15667.pdf